Rabu, 20 Februari 2013

Langkah Untuk Rumah

Mungkin setiap individu punya jalan pikiran yang beragam dengan pola paradigma yang sulit untuk ditafsirkan. Sama seperti yang ada dalam hati dan pikiran saat ini –terkadang semua seperti Okultisme- menenangkan diri dengan fragmen kemunafikan pada diri sendiri.

Bukan perkara mudah untuk tetap menghirup udara segar yang baru tanpa menyisakan residu. Semua yang tertinggal terakumulasi seperti racun berbahaya yang bisa menjadi penyakit yang berdenyut kapan saja tanpa tersadar.

Cermin yang retak bahkan pecah pun masih terbentuk seperti potongan puzzle yang dengan mudah menunjukkan posisi diri dalam refleksi yang berbeda. Terkadang refleksi yang terpantul hanyalah ilusi dalam penafsiran penglihatan sesaat.

Tapi kini dengan niat murni ini pun belum tentu bisa membuat dinding batu yang mulai tersusun menjadi persinggahan dan tujuan setiap saat. Masih banyak yang tersembunyi sehingga masih ketat kotak kasih yang mulai terbuka walau sedikit.

Belum bisa dimengerti apa ini destinasi yang memang direncanakan Tunggal Manunggal atau hanya sebuah kilasan jejak langkah yang harus terlewati ???

Sudah sekuat tenaga membuka setiap sayatan yang seharusnya sudah tertutup demi langkah yang akan terpatri dalam komitmen yang sebenarnya menjadi tujuan. Kini sudah tersadar yang menjadi kebutuhan adalah “RUMAH” yang akan menjadi tujuan dari setiap langkah yang terjalani. Apa sudah saatnya ini terjadi???

Mudah-mudahan ketika coretan ini terbaca bisa menyadarkan “RUMAH” yang menjadi mimpi sejak lama. Sudah menunggu setiap saat di bibir pintu untuk sebuah sapaan dan ajakan masuk dalam keindahan yang akan dirasakan selam perjalanan.

Atau coretan ini adalah saksi sebuah harapan yang tertunjuk tapi tertunda lagi ???
Who knows ??? Just God. I just do it my best. That’s it.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar