Mungkin setiap individu punya jalan pikiran yang beragam
dengan pola paradigma yang sulit untuk ditafsirkan. Sama seperti yang ada dalam
hati dan pikiran saat ini –terkadang semua seperti Okultisme- menenangkan diri
dengan fragmen kemunafikan pada diri sendiri.
Bukan perkara mudah untuk tetap menghirup udara segar yang
baru tanpa menyisakan residu. Semua yang tertinggal terakumulasi seperti racun
berbahaya yang bisa menjadi penyakit yang berdenyut kapan saja tanpa tersadar.
Cermin yang retak bahkan pecah pun masih terbentuk seperti
potongan puzzle yang dengan mudah menunjukkan posisi diri dalam refleksi yang
berbeda. Terkadang refleksi yang terpantul hanyalah ilusi dalam penafsiran
penglihatan sesaat.
Tapi kini dengan niat murni ini pun belum tentu bisa membuat
dinding batu yang mulai tersusun menjadi persinggahan dan tujuan setiap saat.
Masih banyak yang tersembunyi sehingga masih ketat kotak kasih yang mulai
terbuka walau sedikit.
Belum bisa dimengerti apa ini destinasi yang memang
direncanakan Tunggal Manunggal atau hanya sebuah kilasan jejak langkah yang
harus terlewati ???
Sudah sekuat tenaga membuka setiap sayatan yang seharusnya
sudah tertutup demi langkah yang akan terpatri dalam komitmen yang sebenarnya
menjadi tujuan. Kini sudah tersadar yang menjadi kebutuhan adalah “RUMAH” yang
akan menjadi tujuan dari setiap langkah yang terjalani. Apa sudah saatnya ini
terjadi???
Mudah-mudahan ketika coretan ini terbaca bisa menyadarkan “RUMAH”
yang menjadi mimpi sejak lama. Sudah menunggu setiap saat di bibir pintu untuk
sebuah sapaan dan ajakan masuk dalam keindahan yang akan dirasakan selam
perjalanan.
Atau coretan ini adalah saksi sebuah harapan yang tertunjuk
tapi tertunda lagi ???
Who knows ??? Just God. I just do it my best. That’s it.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar