Senin, 03 November 2014

Cuma Pacar (?)

Manusia memiliki sifat dasar sebagai makhluk sosial yang berarti tidak dapat hidup dalam kesendirian dan membutuhkan interaksi sosial dalam keseharian. Kehidupan yang dinamis membuat dinamika hidup yang beragam antar individu dalam kehidupan sosial. Kadang kala dinamika menjadikan kita sebagai individu merasa dibutuhkan tetapi terkadang dinamika hidup juga yang kadang menjadikan kita sebagai subjek yang tidak memiliki harga tawar apa pun.
Sebuah realita hidup yang terjadi dalam keseharian memberikan sebuah bekal hidup untuk kedepan, terkadang menjadikan individu mempunyai sikap antisipatif dalam melangkahkan kaki. Memang tak bisa membuat generalisasi dinamika hidup antar individu tetapi pada setiap lini kehidupan bisa ditarik sebuah benang merah. Seorang guru pernah berkata "Hidup itu pilihan, pilihlah jalan hidup yang menurut kamu baik dan terima segala resiko yang telah kamu pilih".
Ya, memang hidup adalah pilihan. Pijakan kaki yang ada sekarang adalah implementasi dari setiap pilihan yang kita pilih jauh jauh hari sebelum keberadaan kita termasuk dalam hal memilih pasangan untuk mengisi hari yang penuh warna.
Mungkin pada beberapa orang memilih pasangan adalah hal tersulit dan membutuhkan pengalaman dengan berganti pasangan untuk mendapatkan kecocokan yang diinginkan. Dalam kondisi ini banyak dinamika yang menjadikan pasangan hanya pada batas pembelajaran bukan untuk tujuan akhir terkecuali ada tekanan dari keluarga maupun faktor usia yang membuat seseorang harus memutuskan memilih dengan cepat. Tetapi, apabila sudah menjadi sebuah kebiasaan berganti dan pasangan yang terpilih tidak dapat mengendalikan maka menjadi besar kemungkinan terjadi hubungan diluar pasangan terpilih.
Pada kondisi berbeda seseorang yang menginginkan pasangan tetapi tidak pernah mendapatkan dalam perjalanan hidup dan ketika mendapatkan seseorang yang secara rela mau menjadi bagian hidupnya maka akan menjadi besar kemungkinan ada kesetiaan di dalam hubungan tersebut.
Dalam kondisi yang berbeda lainnya adalah ketika dua orang bertemu dan berkomitmen sehingga menjalankan dinamika hubungan yang belum pasti maka akan ada batasan diri yang menjadikan proteksi untuk menjaga privasi agar pasangan tidak mengetahuinya.
Kondisi lain yang sering terjadi pada kalangan muda maupun berumur adalah ketika ada orang ketiga yang menjadi idaman baru. Permasalahan ini menjadi suatu hal yang lumrah apabila berakhir pada kata berpisah.
Kata cuma pacar akan ada apabila seseorang tidak meyakini pasangan akan menjadi pelabuhan terakhir dan hal hal tertentu yang tidak ingin dicampuri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar